Mengapa Kau Hancurkan Masa Depanku

Kau tinggalkan luka dalam hidupku, luka itu menyayat hidup sedemikian perih hingga aku tak mampu lagi untuk mengobatinya. Sekuntum bunga yang dulu aku kagumi, yang kau berikan untukku kini telah layu, ia layu bukan karena aku yang tak menjaganya, tetapi bunga yang dulu begitu indah itu hancur oleh jamahan tangan kotormu. Kau telah mengotori ketulusan cinta dengan dosa, kau lumuri diriku dengan noda noda yang membuatku terhina, dan kau pula yang telah mendamparkan harapanku untuk hidup bahagia bersamamu. Dulu kau selalu berjanji akan selau ada untuk menjagaku, tetapi nafsu telah menutup dirimu dari kebeningan yang seharusnya mampu kau berikan kepadaku,

Rasa cintamu itu palsu, kau mengatakan cinta kepadaku tetapi kau terbukti tak bisa membuat semuanya jadi bermakna. Kau telah menghianati setiap penyerahan kasih sayangku, kau sungguh kejam, sungguh kau bagaikan duri berapi yang terus menusuk seluruh jiwa ragaku. Apa peduliku... itulah kata kata yang sering kudengar darimu ketika kau telah mendapatkan sesuatu yang paling berharga dariku. Itu kan salahmu juga, kenapa juga kau mau diajak begitu... begitulah kilahmu setelah nafsu birahimu terpuaskan merenggut keperawananku.

Kau buas bagaikan binatang yang tak punya belas kasihan, asal diri puas maka semua terus kau kerjakan, meski aku telah terlanjur ternoda tetapi aku tak mungkin lagi untuk tetapbersamamu.
Mengenalmu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku, itu memang salahku yang begitu percaya kepadamu, kini kau telah pergi dengan meninggalkan luka yang begitu lama tak akan mungkin bisa aku obati. Aku menangis dalam kesendirian,aku menunduk lesu dalam ketakutan dan aku tak berani untuk menyatakan siapa diriku ini, karena aku bukan lagi yang dulu, aku bukan lagi diri yang suci dan selalu dipuji oleh para lelaki. Hancur semuanya dan berantakan jadinya segala impian yang selalu jadi harapan orang tua. Raga dan hatiku memang masih menyatu, tetapi aku merasa tak ada lagi yang bermakna.

Kau.... demikian geram aku menyebutmu hingga rasanya aku tak pernah bisa mengikhlaskan apapun yang telah kau ambil dari diriku.
Aku memang selalu memaafkan kesalahan orang lain, tetapi khusus untukmu mungkin tak perlu lagi dimaafkan , kalaupun aku maafkan mungkin pemberian maafku tak bisa setulus yang kuberikan pada orang lain. Hanya satu pintaku semoga kau tak pernah lagi melakukan kbejatan kepada wanita yang kau inginkan, janganlah kau terus berlari untuk merenggut mahkota yang harusnya kau jaga selamanya. Cukup rasanya hanya aku saja yang mengalami, aku tak ingin lagi mendengar kau melakukan itu kepada wanita lain. Pergilah dan pergilah sejauh yang kau inginkan, karena kau ada atau tidak di dunia ini sudah tak punya arti apapun untukku.

Sementara kucoba memandang langit, begitu banyak bintang yang bersinar terang di atas sana, Namun bintang bintang itu seperti marah padaku, mereka marah kenapa aku harus terjebak dalam kubangan lumpur yang menghinakan. Aku merasa malu pada bintang itu, aku tak sanggup lagi karena aku takut ia juga akan meredup ketika tahu kalau mahkotaku tak lagi bercahaya, mahkota telah tumbang oleh terpaan sang kumbang jalang. Biarlah aku sendiri mengisi sepi , biarlah semua ini selalu aku simpan dalam hati dan biarlah Tuhan memberi jalan terbaik atas apa yang aku alami.  Hanya kepada Tuhan hati ini kuserahkan dan kepanya aku meminta keajaiban dalam tia tangis doa yang aku panjatkan. Tuhan... tolonglah aku...... (air matanya pun mengalir tanpa henti )

NB : Artikel ini kami tulis setelah menunaikan shalat malam, kami tulis untuk menghibur wanita wanita yang telah kehilangan keperawanan, kami tahu anda akan sulit melewati masa masa saat ini, tetapi dibalik tiap kesulitan selalu ada hikmah yang sepadan. Kami bukan orang pintar,hanya dulu pernah berguru kepada oang orang yang punya kemampuan di atas rata raa, mereka adalah hamba hamba Alloh yang terkasih dan diberi kelebihan yang sulit dijangkau oleh akal. Jangan sungkan untuk menghubungi kami kalau memang ada masalah yang sedang anda hadapi, karena tiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Anda belum gagal jika mau bangkit atau anda akan tetap terdiam jika tak pernah bisa melihat setitik harapan yang datang.